Senin, 06 Mei 2013

laporan praktikum !!


LAPORAN TETAP
PRAKTIKUM DASAR-DASAR AGRONOMI
“SARANA PRODUKSI”

Oleh    :
RORIS GULTOM
05121007105





PROGRAM STUDI AGROEKOTEKNOLOGI
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS SRIWIJAYA
INDRALAYA
2013





I.     PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
Indonesia merupakan negara agraris yang sudah sejak dahulu menjadikan sektor pertanian sebagai penopang perekonomian negara. Sampai saat ini pun sektor pertanian masih tetap menyumbang devisa yang cukup besar bagi perekonomian negara. Sektor pertanian merupakan sector utama yang harus dijadikan proritas didalam memajukannya, sehingga akan menjadi penopang sektor yang lain.
Sarana produksi pertanian sudah sejak lama digunakan dan perkembangannya mengikuti dengan perkembangan kebudayaan manusia. Pada awalnya sarana produksi dalam pertanian masih sederhana dan terbuat dari bahan yang mudah didapat dan dijumpai disekitar kita, misalnya saja pupuk, dulu hanya dikenal pupuk alami tanpa campur tangan manusia seperti kompos, tapi saat ini sudah berkembang dan dikenal berbagai macam pupuk, seperti urea dan lain-lain.
Benih merupakan sarana pokok atau utama didalam budidaya tanaman. Dengan benih atau bibit yang baik akan memberikan pertumbuhan yang baik dan produksi tinggi. Usaha – usaha didalam teknologi benih atau bibit perlu mendapatkan dukungan yang positif. Usaha – usaha ini antara lain adanya penangkaran benih atau bibit, terutama untuk tanaman pangan dan hortikultural. Kemudian pupuk merupakan sarana produksi penting didalan meningkatkan produksi tanaman dan mempertahankan produktifitas tanah.
Usaha pengolahan lahan merupakan kegiatan untuk memberikan daerah perakaran mempunyai aerasi dan drainase yang baik, dan yang memungkinkan untuk tanaman tumbuh normal.
Untuk pengolahan tanah diberikan alat – alat yang memadai, pada umumnya pengolahan dilakukan dengan cangkul dan atau bajak. Untuk bajak diperlukan peralatan bajak atau garu. Pola pertanian yang agak maju menggunakan jasa ternak untuk membantu usaha pengolahan tanah. Pada pertanian modern pengolahan tanah dilakukan dengan traktor yang dilengkapi berbagai tipe bajak dan garu. Selain alat pengolahan, diperlukan juga alat – alat untuk tanam dari yang sederhana sampai kepada yang lebih modern.

B. Tujuan
Tujuan dari praktikum sarana produksi ini adalah agar mahasiswa mengetahui berbagai macam jenis, bentuk kegunaan dan informasi lainnya tentang sarana produksi yang digunakan pada pertanian.





II.  TINJAUAN PUSTAKA
Pertanian adalah sektor terbesar di negara kita, pertanian memiliki cakupan yang luas dan tidak hanya sebatas pada lahan padi dan petani, saat ini sudut pandang kitalah yang menganggap pertanian hanya sebatas sawah dan caping, seiring berkembangnya jaman, perkembangan teknologi untuk lahan pertanian makin berkembang dan semakin membantu pertumbuhan dan perkembangan dari pertanian Indonesia dan kini menjadi kebutuhan bagi dunia pertanian, tanpa teknologi ini pekerjaan pertanian akan terasa berat dan lambat proses kerjanya.
Sarana produksi pertanian (saprotan) merupakan salah satu faktor yang sangat penting dalam mendukung perkembangan atau kemajuan pertanian terutama untuk mencapai tujuan terciptanya ketahanan pangan. Banyak sekali fungsi dari alat dan mesin pertanian misalnya saja untuk pengolahan tanah,menaikkan kadar air serta dapat mengolah hasil pertanian.banyak cara yang bisa digunakan oleh petani untuk mempermudah pekerjaan mereka salah satunya yaitu dengan cara menggunakan alat yang modern selain dapat memudahkan pekerjaan juga dapat mempersingkat waktu dan menaikkan hasil produksi dalam bidang pertanian. Sarana-sarana tersebut harus sudah dipersiapkan sebelum memulai kegiatan budidaya tanaman.
Pertanian merupakan sektor yang sangat penting untuk menunjang kehidupan manusia sejak masa prasejarah hingga saat ini. Begitu juga dengan Indonesia, pertanian tidak bisa dilepaskan karena Indonesia sampai saat ini masih merupakan negara agraris. Meskipun saat ini Indonesia sedang bergerak menuju negara perindustrian, sektor pertanian masih memegang perekonomian Indonesia. Akan tetapi keadaan pertanian Indonesia saat ini bisa dikatakan kurang baik. (Mugnisiah, 1993 ).
Benih adalah organ generatif suatu tanaman yang digunakan untuk perbanyakan tanaman. Benih merupakan tahap menentukan dalam seluruh siklus pertanian.Benih yangbaik biasanya mempunyai ciri-ciri yaitu mengkilat, permukaannya licin dan mempunyai daya kecambah yang baik. Tetapi benih yang bermutu belum tentu menunjukkan varietas yang unggul. Pemilihan bibit suatu tanaman harus bedasarkan pertimbangan kondisi lingkungan yang cocok atau media tumbuhnya Benih unggul adalah benih bermutu tinggi yang menjadi faktor penentu tinggi rendahnya produksi tanaman.
Benih yang berkecambah dan berkembang menjadi tanaman kecil atau bagian tanaman yang diperbanyak secara vegetatif disebut bibit. Benih sebagai komoditi Perdagangan dan sebagai unsur baku mempunyai peranan penting dalam sarana produksi pertanian Benih  dapat  ditanam  secara  peletakan pada suatu lubang tanam atau langsung ditanam ataupun secara disebar.(Sostro Sudirja, 1979)
Selain benih, faktor penting dari sarana produksi adalah pupuk. Pupuk sangat penting dalam meningkatkan produksi tanaman dan menjaga produktivitas tanah.
Mekanisasi pertanian diartikan secara bervariasi oleh beberapa orang. Mekanisasi pertanian diartikan sebagai pengenalan dan penggunaan dari setiap bantuan yang bersifat mekanis untuk melangsungkan operasi pertanian. Bantuan yang bersifat mekanis tersebut termasuk semua jenis alat atau perlengkapan yang digerakkan oleh tenaga manusia, hewan, motor bakar, motor listrik, angin, air, dan sumber energi lainnya. Secara umum mekanisasi pertanian dapat juga diartikan sebagi penerapan ilmu teknik untuk mengembangkan, mengorganisasi, dan mengendalikan operasi di dalam produksi pertanian.
Penerapan sarana produksi yang baik dapat memberikan hasil yang baik bagi pertanian indonesia. Sarana produksi dapat dikembangkan dengan pengetahuan yang ada, seperti benih unggul, benih unggul didapat dari sortasi benih yang merupakan pilihan dari banyak benih. Induk yang baik memberikan benih yang baik pula, pembudidayaan tanaman induk yang baik akan sangat berperan dalam penentuan hasil yang baik.
Suatu hal yang paling mendasar yang masih belum diperhatikan dalam pengembangan teknologi pertanian di Indonesia hingga kini adalah kurang memadainya dukungan prasarana pertanian. Kita ketahui bersama bahwa prasarana pertanian kita belum dikelola secara baik, sehingga masih agak sulit atau lambat dalam melakukan introduksi mesin-mesin pertanian. ( Mulmulyani, 1994)
Sarana produksi yang baik biasanya digunakan baik dalam proses awal pembukaan lahan, budidaya pertaian seperti pemupukan, pemeliharaan tanaman dan lain-lain sampai dengan proses pemanenan. Sehingga dapat dikatakan bahwa tujuan utama dari sarana produksi dalam bidang pertanian adalah untuk meningkatkan produktivitas kerja petani dan merubah hasil yang sederhana menjadi lebih baik.
Yang masyarakat tahu, dulunya dalam bertani hanya membuthkan lahan kosong untuk ditanami, lalu lahan ditinggal dan hasilnya di produksi. Beda dengan penerapan sekarang yang menggunakan pupuk, dan ZPT guna meningkatkan produktifitas yang ada. Benih merupakan biji yang berasal dari buah yang digunakan untuk perbanyakan dan sudah melalui proses legalisasi, artinya biji-biji yang ada susah di pilih yang terbaik dan layak untuk di tanam, benih yang ditanam akan menjadi bibit yang baik, dimana bibit yang baik menghasilkan tanaman yang baik pula bagi kelangsungan pertanian indonesia.
Sarana produksi selain dipengaruhi benih, juga dipengaruhi oleh beberapa faktor lainnya, faktor lain yang mempengaruhi adalah pestisida, pestisida merupakan zat kimia yang berfungsi/digunakan sebagai alat untuk pengendailan musuh-musuh tanaman, berdasarkan kegunaan pestisida dapat dibagi kedalam beberapa jenis, yaitu insektisida, herbisida, moluskarisida, akarisida, rodentisida, fungisida, bakterisida, dan nematisida.
Selain pestisida, faktor lain yang berpengaruh adalah inokulan, inokulan adalah bakteri yang diinokulasikan atau dikembang biakkan ke tanaman baru, inokulan terjadi pada kebanyakan budidaya tanaman leguminosa, yang memerlukan inokulasi bakteri rhizobium. Mekanisme kerja sama antara bakteri rhizobium dan tanaman legum dalam bentuk simbiosis mutualisme. Tidak dapat dipungkiri bahwa semakin baik sarana produksi yang ada, maka semakin baik pula hasil yang didapat bagi pertanian, terutama di Indonesia. ( Dzakfar, 1990)
Saat ini Indonesia sudah cukup baik menerapkan sarana produksi, hanya saja efisiensi pengunaaannya dan langkah kerja yang dipakai kurang maksimal sehingga hasil yang didapat dari budidaya tanaman juga kurang maksimal seperti yang kita harapkan. Untuk itu kita sebagai mahasiswa pertanian diharapkan agar serius dalam perkuliahan, agar nantinya kita dapat menjadi generasi penerus bangsa yang dapat mengangkat nama baik negara kita yang bersektor di bidang pertanian.

III.        PELAKSANAAN PRAKTIKUM
A.  Tempat dan Waktu
Praktikum pengenalan alat dan mesin pertanian dilaksanakan pada hari Rabu tanggal 21 Maret 2013 pukul 10.00 WIB sampai selesai, di Laboratorium Ekologi, Jurusan Budidaya Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Sriwijaya, Indralaya, Sumatera Selatan.

B.  Alat dan Bahan
Pada praktikum pengenalan alat dan mesin pertanian, alat yang digunakan antara lain, 1). Pena ; 2). Mistar ; 3). Pensil ; 4). Penghapus.
Adapun bahan yang digunakan antara lain. 1). Modul ; 2). Gambar sarana produksi pertanian.

C.  Cara Kerja
1.        Catatlah macam-macam sarana produksi yang digunakan didalam pertanian di modul praktikum beserta kegunaannya masing-masing.
2.        Gambarlah sarana produksi tersebut beserta kegunaannya dengan lengkap.







IV. HASIL DAN PEMBAHASAN

A. Hasil

a. Berdasarkan posisi tumbuh

Jenis
Gambar
Keterangan
Contoh Tanaman




Epigeal
Tipe ini terjadi, jika plumula dan kotiledon muncul di atas permukaan tanah
1.      Kacang hijau
2.      Kacang tanah
3.      Tauge
4.      Kacang panjang
5.      Kacang merah







Hipogeal

               
Tipe ini terjadi, jika plumula muncul ke permukaan tanah sedangkan kotiledon tinggal di dalam tanah
1.      Jagung
2.      Padi
3.      Mangga
4.      Durian
5.      Rambutan






b.      Berdasarkan jenis

Jenis
Gambar
Keterangan
Contoh Tanaman








Ortodoks
Benih yang didirikan oleh sifatnya yang bias dikeringkan tanpa mengalami kerusakan. Oleh karena itu, biji tipe ini dapat hidup di tempat dengan kadar air yang sangat rendah.
1.      Jagung
2.      Kacang Panjang
3.      Kacang Hijau
4.      Kedelai
5.      Timun





Rekalsitran
Biji ini hanya mampu hidup dalam kadar air tinggi (36% - 40%). Penurunan kadar air mengakibatkan penurunan visibilitas biji.
1.      Sawit
2.      Karet
3.      Kelapa
4.      Duku
5.      Nangka








2.   Pupuk
a.   Berdasarkan Kandungan Hara
Jenis
Definisi
Contoh
Tunggal
Pupuk yang mengandung hanya satu unsur hara saja
1.      N
2.      TSP
3.      P
4.      K
5.      SP36
Majemuk
Pupuk yang mengandung lebih dari satu unsur hara
1.      NPK
2.      DSP
3.   DAP
4.   KCl
5.   CaCO3 (Dolomit)

b.   Berdasarkan Pembuatannya
Jenis
Definisi
Contoh
Organik
Pupuk yang berasal dari sisa-sisa tanaman,hewan atau manusia.
1.      Pupuk Kandang
2.      Pupuk Kompos
3.      Pupuk Hijau
4.      Bokasi
5.      Humus
Anorganik
Pupuk yang hasil proses rekayasa secara kimia fisik dan biolgis.
1.      Urea
2.      KCl
3.      ZA
4.      NPK
5.      TSP

c.   Berdasarkan Bentuknya
Jenis
Definisi
Contoh
1. Padat
Berbentuk bongkahan, remahan, butiran, atau Kristal berupa bentuk padatan. Penggunaanya langsung ditaburkan ke tanah.
1.      Urea
2.      TSP
3.      KCl
4.      ZA
5.   Phonska
2. Cair
Berbentuk konsentrat atau cairan berupa bentuk cair. Penggunaannyadisemprotkan atau disiramkan ke bagian tanaman.
1.      Herbafarm
2.      Gm4
3.      Fumure
4.      Bio-fitalik
5.   Bio-ekstrim













3.   Zat Pengatur Tumbuh
Jenis
Fungsi
Contoh






Auksin
1.Merangsang dominasi apikal
2.Merangsang pembentukan dan perkembangan bunga,dan akar adventif
3.Menghambat pertumbuhan tunas samping
4.Mengatur pembesaran sel
5.Mencegah rontoknya daun,bunga,dan buah
1.      Asam idoiasetat /IAA
2.      NAA






Giberelin
1.Memacu pertumbuhan buah tanpa biji
2.Menyebabkan tanaman mengalami pertumbuhan raksasa
3.Menyebabkan tanaman berbunga sebelum waktunya
4.Memacu pertumbuhan kambium pada tanaman dikotil
5.Mematahkan darmansi buah dan biji
1.      GA3
2.      GA7
3.      GA45
4.       GA21





Sitokinin
1.Memacu pembelahan sel
2.Mempercepat pelebaran daun
3.Mempercepat tumbuhnya akar
4.Memacu pertunasan lateral pada pucuk batang
5.Menunda pengguguran daun,bunga,dan
1.      Kinetin
2.      Benziladenin
3.      21-P
4.      Zeatin
5.      PBA



Etilen
1.Mempercepat pemasakan buah
2.Menyebabkan penebalan batang
3.Memacu pembungaan
4.Mempercepat pertumbuhan kecambah
5.Mempercepat kematangan buah
1.      Etephon
2.      Protephon
3.      Batu Karbit






Asam Absisat
1.Membantu peluruhan daun pada musim kering
2.Menghambat pemanjangan dan pembelahan sel
3.Merangsang penutupan mulut daun pada musim kering
4.Menghambat pertumbuhan tumbuhan
5.Mengatasi dan bertahan saat dormansi
1.      Paclobutrazol
2.      Ancymidol
3.      TIBA dan CCC










4.   Pestisida
Jenis
Kegunaan
Contoh
Cara Aplikasi

1. Insektisida
Memberantas hama tanaman sejenis serangga.
1. Decis
2. Spontan 400 L
Dolarutkan dalam air, lalu disemprotkan.
2. Herbisida
Mengendalikan gulma rumput disekitar tanaman
1. Round Up
2. Gramaxone
Dilarutkan dalam air, lalu disemprotkan pada rumput
3. Fungisida
Mengendalikan jamur atau cendawan pada benih atau tanaman.
1. Topsin 500 cc
2. Zipio
Benih yang ditanam terlebih dahulu, lalu direndam denga pestisida ini.
4. Nematrisida
Membasmi hama sejenis cacing.
1. Dovenix
2. Ficosan 70 cup
Area lahan disemprot sebelum penanaman.
5. Bakterisida
Mengendalikan penyakit yang diakibatkan bakteri atau virus.
1. Puammus 50 sh
2. Acrubat Sowp
Dapat dengan perendaman benih atau disemprot.
6. Rodentisida
Memberantas hama penyakit seperti tikus.
1. Recumin
2. Petrocum
Dicampur dengan makanan sebagai jebakan tikus.
7. Moluscasida
Untuk mengendalikan hama keong atau siput.
1. Fatal Asoce
2. Klerat


Disemprotkan pada tanaman.
8. Akarsida
Mengendalikan hama kutu pada akar tanaman.
1. Zink Phosplet
2. Touch Down
Disemprotkan pada tanaman
9. Helisida
Mengendalikan hama bekicot.
1. Walfarm
2. Fustac
Disemprotkan pada tanaman.




















5.   Alat dan Mesin Pertanian
a.  Tradisional
Nama
Fungsi
Gambar

Cangkul
Mengolah lahan pertanian dengan membalikkan dan menggemburkan tanah. Selain itu dapat juga digunakan untuk membuat lubang tanaman.
Parang
Membuka lahan yang masih ditumbuhi rumput dengan cara menebas.
 Clurit
Membersihkan gulma atau rumput dengan cara menebas ataupun memotong
Ani-Ani
Memotong batang padi, biasanya digunakan pada saat masa pemanenan.
Perontok Padi
Untuk merontokkan padi dari batangnya
b.   Modern
Jenis
Fungsi
Gambar

1. Handtractor
Mengolah lahan dengan cara membajak, biasanya digunakan pada areal tanah yang tidak terlalu luas.
2. Power Tresher
Merontokkan padi dan memisahkan antara padi dengan jeraminya.
3. Vacuum Frying
Menggoreng buah menjadi keripik buah, merupaka alat home industry.
4. Traktor
Mengolah lahan dengan cara membajak, biasanya dilakukan di areal lahan  yang luas.
5. Vis Pulpes
Mengupas kulit dan daging buah kopi.


B.  Pembahasan
Menurut Rini Wudianto (1986), pada dekade terakhir ini segala upaya telah dicoba supaya semua tanaman diperkebunan memberikan hasil maksimum.  Ini terlihat dari beragamnya sarana penunjang pertanian baik berupa pupuk, pengolah tanah, pemberantas penyakit, dan zat-zat perangsang pertumbuhan yang jumlahnya mencapai puluhan jenis.Sarana produksi pertanian terdiri atas bahan yang meliputi benih, pupuk, pestisida, zat pengatur tumbuh, dan obat-obatan dan peralatan serta sarana lainnya yang digunakan untuk melaksanakan proses produksi pertanian.

a.      Benih
Benih adalah biji tanaman yang dipergunakan untuk tujuan penanaman.  Pada kondisi yang memungkinkan maka benih tersebut akan mengalami fase. Benih merupakan komponen agronomi, dan komponenen penting di dalam pengelolaan lapang produksi sebagai komponen agronomi, masalah benih lebih berorientasi kepada penerapan kaidah-kaidah ilmiah.
Benih-benih yang sudah berkecambah dikenal sebagai bibit. Benih yang baik biasanya mempunyai ciri-ciri yaitu mengkilat, permukaannya licin dan mempunyai daya kecambah yang baik. Tetapi benih yang bermutu belum tentu menunjukkan varietas yang unggul. Pemilihan bibit suatu tanaman harus bedasarkan pertimbangan kondisi lingkungan yang cocok atau media tumbuhnya.
Varietas unggul pada benih merupakan varietas yang memiliki beberapa kelebihan antara lain berproduksi tinggi, berumur relatif pendek, tahan serangan hama dan penyakit penting, beradaptasi luas, serta bersifat unggul spesifik lainnya seperti tahan naungan dan tahan kekeringan.
Setelah dilakukan pengamatan terhadap proses – proses perkecambahan benih, ternyata proses kecambahan benih itu dipengaruhi oleh beberapa faktor internal dan faktor eksternal.

b.      Pupuk
Pupuk yang diberikan untuk memperbaiki tanah atau tanaman ada dua macam, yaitu :
1)      Pupuk alam, ada 3 antara lain :
v  Pupuk kandang, pupuk yang berasal dari kotoran hewan dan sisa-sisa makanannya.
v  Pupuk kompos, adalah campuran dari rumput-rumput sampah pasar atau kumpulan dari daun-daun yang telah gugur dan sebagainya yang dibusukkan.
v  Pupuk hijau, adalah pupuk yang berasal dari tanaman hijau, terutama yang berasal dari tanaman yang berbunga kupu-kupu atau yang berbuah polong.

2)      Pupuk buatan, ada 2, yaitu :
v  Pupuk tunggal, yaitu pupuk ini hanya mengandung satu macam unsur saja. Yang termasuk pupuk tunggal adalah Z.A, TSP, ZK, dan DS. Urea, hanya mengandung unsur nitrogen. TSP hanya mengandung unsur fosfat. ZK, hanya mengandung kalium.        
v  Pupuk majemuk, yaitu pupuk yang mengandung lebih dari satu unsur, seperti NPK dan DAP. NPK mengandung tiga unsur, yaitu nitrogen, fosfat,dan kalium. DAP mengandung dua unsur, yaitu nitrogen dan fosfat.

C.  Zat Pengatur Tumbuh (ZPT)
Zat pengatur tumbuh merupakan senyawa organik yang bukan hara, dalam jumlah sedikit dapat mendorong pertumbuhan tanaman.  Penggunaan zat pengatur tumbuh dapat menghemat biaya produksi karena digunakan dalam taksiran (dosis) rendah.Beberapa zat pengatur tumbuh dan hormon yang sudah kita kenal ada 5, yaitu  auksin, giberalin, sitokinin, asam absisat, dan etilen.

D.  Pestisida
Pestisida adalah substansi kimia yang digunakan untuk membunuh atau mengendalikan hama.  Kata pestisida berasal dari kata pest meliputi hama penyakit secara luas dan kata sida berasal dari kata ceado yang artinya membunuh.Penggunaan pestisida dalam pertanian telah menunjukan kemampuannya didalam menanggulangi atau mengurangi merosotnya hasil akibat serangan hama dan penyakit.Berdasarkan kegunaannya, pestisida dapat dibagi menjadi beberapa jenis, antara lain :
Ø  Insektisida untuk mengendalikan hama serangga,
Ø  Akarisida untuk mengendalikan hama tungau,
Ø  Nematisida untuk mengendalikan hama cacing,
Ø  Rodentisida untuk mengendalikan tikus,
Ø  Fungisida untuk mengendalikan penyakit yang disebabkan cendawan,
Ø  Bakterisida untuk mengendalikan penyakit yang disebabkan bakteri,
Ø  Herbisida untuk mengendalikan gulma atau tanaman pengganggu
Ø  Nematosida untuk mengendalikan nematode
Ø  Larvasida untuk mengendlikan larva
Ø  Mitisida untuk mengendalikan rayap
Ø  Moluskusida untuk mengendalikan siput

E.  Inokulan
Inokulan adalah bakteri yang diinokulasikan atau dikembangbiakan  ketanaman baru. Inokulan terjadi pada kebanyakan budidaya tanaman leguminosa yang memerlukan inokulasi bakteri rhizobium.Mekanisme kerja sama antara bakteri rhizobium dan tanaman legum dalam bentuk simbiosis mutualisme, yaitu simbiosis saling menguntungkan dimana bakteri menjadi unsur C  dari tanaman sebagai sumber energi bakteri, dan tanaman mendapatkan N dari bakteri, karena bakteri mampu memfiksasi N2 dari udara.







V.  PENUTUP
A.  Kesimpulan
1.      Sarana produksi pertanian terdiri atas bahan yang meliputi benih, pupuk, pestisida, zat pengatur tumbuh dan lain-lain
2.      Bahwasannya sangat dibutuhkan sarana produksi untuk meningkatkan hasil produksi se-optimal mungkin.
3.      Benih merupakan komponen agronomi, dan komponenen penting di dalam pengelolaan lapang produksi sebagai komponen agronomi.
4.      Penggunaan pestisida dalam pertanian telah menunjukan kemampuannya didalam menanggulangi atau mengurangi merosotnya hasil akibat serangan hama dan penyakit.
5.      Penggunaan zat pengatur tumbuh dapat menghemat biaya produksi karena digunakan dalam taksiran (dosis) rendah.

B.  Saran
Agar lebih teliti dalam menggunakan sarana produksi yang ada dengan menggunakan dosis tertentu sesuai dengan keadaan tanah dan tumbuhannya agar memperoleh hasil produksi yang tinggi dan bagus.


DAFTAR PUSTAKA
Djakfar, Z.R, Dartius, Ardi, Suyati, D, Yuliadi, E, Hadiyono,  Sjfyan, Y,  Aswad, M, dan Sagiman, S.  1990.  Dasar-dasar Agronomi.  BKS-B USAID.  Palembang.

Mugnisiah, Wahyu Qamara.1994.Panduan Praktikum dan Penelitian Bidang Ilmu dan Teknologi Benih. Rajawali Pers.Jakarta.

Mulmulyani, Sutedjo.1994. Pupuk dan Cara Pemupukan.Bineka Cipta : Jakarta

Sostro Sudirja,Suroso. 1979. Ilmu Pemupukan. Yasagun : Jakarta

Wudianto, Rini.1993. Petunjuk Penggunaan Pestisida. Penebar Swadaya. Jakarta

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

animasi text